Minggu, 19 April 2009

ekologi hewan

NAMA : AGUSTINA HARIANA

NIM : J1C106214

1. Jika hewan betina menjadi penentu teritori, sebutkan dan jelaskan mekanisme yang dilakukan untuk mempertahankan teritori tersebut !

Hewan mempunyai banyak kesempatan untuk berada dalam situasi konflik, khususnya karena terbatasnya sumberdaya. Teritorial adalah sebuah pertahanan suatu daerah yang ditunjukan oleh seekor atau sekelompok hewan dari spesies yang sama, dengan cara menguasai dan menyingkirkan pesaingnya melalui aksi pertahanan, pertunjukan kekuatan atau “mengiklankan/menandai” kekuatan/kekuasaannya. Teritorial sering menggambarkan isi dan penguasan oleh seekor atau sekelompok hewan dari spesies yang sama. Namun lebih sering menggambarkan interaksi dari beberapa hewan dari spesies yang sama. Teritorial campuran kelompok (mix foraging flocks), seekor hewan dalam territorial campuran kelompok sering kali aggressive terhadap anggota kelompok dari spesies yang berbeda. Tetapi dapat menerima anggota kelompok lain dari spesies yang sama. Hal ini terjadi mungkin karena resiko terhadap mereka lebih kecil dari pada menerima anggota kelompok dari spesies yang berbeda. Namun satu spesies biasanya berkompetisi untuk mendapatkan pasangannya. Seringkali hal ini menjadi media penyebaran penyakit yang efektif.

Jika hewan betina menjadi penentu teritori, maka mekanisme yang dilakukan untuk mempertahankan teritori tersebut adalah dengan teritorial khusus betina yang disebut dengan sistem poliandri (polyandrous system). Dimana kerjasama teritorial dilakukan dengan sistem monogami yang seringkali melibatkan kedua jenis (seksual) untuk mempertahankan teritorinya. Bahkan dalam sistem poligami, tempat tinggal dan kegiatan memelihara anak menyebabkan sang betina mempertahankan teritori dalam periode waktu walapun relative pendek.

Diambil contoh disini adalah Siamang Kerdil, satwa ini mempertahankan wilayah atau pasangannya bukan dengan tajamnya gigi atau kuku. Bukan pula dengan kemampuan larinya yang luar biasa. Untuk mempertahankan wilayahnya ia cuma memperdengarkan nyanyian merdu. Di dunia binatang, siamang kerdil (Hylobates klossii) diciptakan sebagai penyanyi unggul. Tak ada seekor siamang kerdil pun yang tak bisa bernyanyi. Memang hanya mereka sendiri yang mengerti syair-syair yang dilantunkan. Makhluk lainnya, termasuk manusia, hanya mampu menikmati keindahannya.

Nyanyian siamang kerdil betina berisi sekitar 20 frase 30 detik yang terdiri atas nada-nada panjang, sebuah trill yang keras, dan nada menurun yang panjang. Nyanyiannya, yang selalu dilantunkan sekitar dua jam setelah fajar, ditampilkan setiap sepertiga atau seperempat hari dari pohon besar yang ada di seluruh pelosok tempat tinggalnya. Pada klimaks trill-nya yang sering disebut "undangan agung". Inti "undangan agung" tersebut sebenarnya merupakan ajakan beraktivitas yang melibatkan seluruh kelompok. Selain itu juga penting untuk tetap mempertahankan ikatan perkawinan pasangan dewasa, sebagai perekat tali silaturahmi kelompoknya juga merupakan suatu bentuk pertahanan.

2. Jika hewan jantan menjadi menentu territory, maka dia akan mempertahankan berdasarkan kualitas teritorinya. Semakin baik kulitas teritori semakin besar energi/ harga yang harus dikeluarkan/ dibayarkan. Jelaskan maksud pernyataan di atas !

Jika proses mempertahankan teritori memerlukan biaya, maka biaya yang dikeluarkan haruslah seimbang dengan kualitas teritori. Maka semakin baik kulitas teritori semakin besar energi/ harga yang harus dikeluarkan/ dibayarkan.

Kualitas teritori dapat dijelaskan sebagai berikut :

1 Ketika teritori digunakan sebagai tempat seleksi seksual, maka hewan betina akan memilih hewan jantan berdasarkan kualitas teritorinya. Dengan demikian maka hewan jantan harus focus untuk menjaga dan memepertahankan kualitas teritorinya. Sebagaimana sijantan juga harus mempunyai teritori jika di aingin menarik si betina.

2. Jika teritori digunakan sebagai temat membesarkan anak-anaknya, maka hal ini akan mempengaruhi tingkat survival bagi anakan yang baru lahir. Dengan demikian kedua induknya harus menjaga dan mempertahankan teritori.

3. Ketika teritori mempunyai kualitas yangbagus, maka hewan jantan akan mengelaukan lebih banyak energy untuk mempertahankan.

4. Daerah teritori yang lebih luas mempunyai kualitas yang lebih baik, karena mungkinmempunyai sumberdaya yang lebih banyak. Namun kawasan yang luas lebih si jantan akan lebih sukar untuk mempertahankannya dan hewan jantan akan mengeluarkan lebih banyak energy untuk itu.

3. Dalam menggunakan kemampuan mengubah warna (biocoloration) apa perbedaan antara karakter interspesific dan intraspesific dan bagaimana proses ini dapat berlangsung ?

Perbedaan antara karakter interspesific dan intraspesific dalam menggunakan kemampuan mengubah warna (biocoloration) adalah karakter interspesific menggunakan kemampuan mengubah warna (biocoloration) untuk mekanisme pertahanan dengan kamuflase diantaranya penyesuaian dengan latar belakang (cryptic) dan memberitahukan adanya peringatan (warning). Sedangkan karakter intraspesific menggunakan kemampuan mengubah warna (biocoloration) untuk menarik pasangan dan menunjukan akan daerah kekuasaan (teritori).

Kedua proses tersebut dapat berlangsung dengan pengembangan sistem komunikasi antar sesama hewan salah satunya dengan mengembangkan alat komunikasi dengan perubahan warna. Proses ini disebut dengan biocoloration. Perubahan warna merupakan hasil proses adaptasi yang kemudian menjadi alat komunikasi. Dimana makna dari perubahan warna tersebut diantaranya adalah untuk menarik perhatian dan memberikan warna yang mengejutkan (optical signal).

Diambil contoh disini adalah serigala kutub, mulai bulan September, serigala kutub mengganti bulu coklatnya, berubah warna menjadi putih untuk membantunya menghadapi musim dingin. Ketika musim panas datang, sekali lagi warnanya berubah menjadi coklat, membantunya bersembunyi lebih baik di habitatnya. Seperti halnya serigala kutub, perubahan warna pada kelinci kutub juga mutlak terjadi. Meski selama musim panas berwarna coklat dengan flek-flek hitamnya, ketika memasuki musim dingin warna bulunya berubah menjadi putih bersih. Tidak hanya membantu menjaganya tetap hangat, tapi juga menjadikannya terkamuflase di tengah salju ketika mereka keluar dari sarang atau liangnya. Ptarmigan (burung belibis) atau dikenal dengan ptarmigan gunung di Amerika Utara adalah burung populer yang berubah warna dari coklat menjadi putih dengan pengecualian warna ekornya yang tetap seperti aslinya coklat atau hitam. Burung-burung ini lebih suka berada di ketinggian dan area yang tandus dan sering bertengger di batu-batu atau diam saja di salju (bersembunyi), daripada di pepohonan dimana mereka justru mudah terlihat di musim dingin.

4. Apa perbedaan antara Mulerian dan Batesian coloration, berikan contoh siapa yang menggunakan dan untuk tujuan apa kedua fenomena ini terjadi. Apa manfaat kedua proses tersebut bagi hewan ?

Setiap organisme mempunyai musuh atau musuh alami, untuk itu perlu pertahanan diri untuk menghadapi serangan dari musuh alaminya. Dalam mempertahankan diri, selain mempunyai kemampuan secara fisik, seperti berlari, terbang, meloncat, berenang atau menyelam, serangga juga mempunyai perilaku pertahan diri yang lain seperti penyamaran, aposematik dan mimikri. Penyamaran merupakan kombinasi dari morfologi yang dimilikinya, seperti warna, struktur dan perilaku untuk menyamar menjadi daun, ranting, kayu, organisme atau bentuk-bentuk lainnya, sehingga musuh alaminya tidak mengetahui keberadaannya. Serangga selain mengeluarkan bahan kimia, juga serangga sering sangat tidak enak dimakan (distastesful) dan sangat beracun, pertahan seperti ini disebut aposematik. Mimikri merupakan pertahanan dengan bentuk atau warna yang merupakan perhatian bahaya bagi organisme lain, dimana suatu serangga menyerupai serangga lain yang dijauhi atau dihindari, sehingga organisme lain (predatornya) tidak memakannya. Contoh dari mimikri salah satunya adalah Lalat (Episyrphus balteatus) yang senang menyerupai lalat kerbau.





Gambar Lalat (Episyrphus balteatus) (kiri) yang senang menyerupai lalat kerbau Eropa (kanan)

Mimikri Mullerian merupakan mimikri yang dilakukan oleh serangga, tapi baik serangga yang menyerupai (mimik) ataupun yang ditiru (model) sama-sama tidak layak dimakan (unpalatable), seperti lebah berwarna hitam dan kuning (pada ular juga). Sedangkan Mimikri Batesian merupakan mimikri organisme yang menyerupai organsime yang berbahaya, dan serangga yang menyerupai layak dimakan. Contohnya lalat menyerupai lebah penyengat.

Tujuan kedua fenomena Mulerian dan Batesian Coloration adalah untuk pertahanan terhadap predasi. Dengan begitu, jenis hewan tertentu akan tetap terpelihara keberadaannya sehingga hewan tersebut masih terus dapat melahirkan keturunan-keturunanya dan yang lebih penting disini adalah jenis hewan tertentu terhindar dari atau tidak akan mengalami kepunahan.











Gambar mimikri Mullerian (kiri) yaitu model klasik The Heliconius butterflies dari daerah tropis di Western Hemisphere dan mimikri Batesian (kanan) yaitu model Plate dari Henry Walter Bates (1862) menggambarkan mimikri Batesian antara spesies Dismorphia (baris atas, baris ketiga) dan berbagai Ithomiini (Nymphalidae) (baris kedua, baris bawah).


DAFTAR PUSTAKA
Krisdianto. 2009. Handout 2 Mata kuliah Ekologi Hewan, Teritorial.


Krisdianto. 2009. Handout 3 Mata kuliah Ekologi Hewan, Perubahan Warna Biologis Sebagai Alat Komunikasi.


Sudarjanto. 2009. Nyanyian Pagi Siamang Kerdil.
http://sudarjanto.multiply.com/photos/album/162/Kami_Perlu_Hutan_Kalimantan
Diakses tanggal 14 April 2009.


Wikimedia Foundation, Inc1. 2009. Batesian mimicry.
http://en.wikipedia.org/wiki/Batesian_Mimicry
Diakses tanggal 14 April 2009.


Wikimedia Foundation, Inc2. 2009. Mullerian mimicry.
http://en.wikipedia.org/wiki/Mullerian _Mimicry
Diakses tanggal 14 April 2009.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar